Menghindari Diri dari Ghodhob
Marah dalam bahasa Arab dari kata Ghodhob. Menurut istilah berarti sifat seseorang yang mudah marah karena tidak senang dengan perlakuan atau perbuatan orang lain.
Penyebab Sifat Temperamental (Ghodhob)
Faktor Fisik (Jasmaniah)
Adapun penyebab kemarahan secara fisik adalah:
- Kelelahan yang berlebihan
- Kekurangan zat-zat tertentu dalam tubuh
- Raksi hormon kelamin
Faktor Psikis (Rohaniah)
Beberapa sebab secara psikis yang dapat memunculkan amarah:
- Ujub (bangga terhadap diri sendiri)
- Perdebatan atau perselisihan
- Senda gurau yang berlebihan
- Ucapan yang keji dan tidak sopan
- Sikap permusuhan kepada orang lain
Golongan yang tidak memiliki sifat marah (Tafrith)
Yaitu golongan yang tidak bisa marah. Golongan ini sama sekali tidak akan menunjukan sikap marah terhadap apa pun yang terjadi di sekitarnya.
Golongan yang mampu berlaku adil dan proporsional (I’tidal)
Yaitu golongan moderat yang berada di antara ifrath dan tafrith. Mereka tidak akan kehilangan sifat pemarah sama sekali tetapi akan marah hanya pada saat-saat tertentu dengan kemarahan yang proporsional. Sifat marah yang proporsional adalah marah yang timbul karena sesuatu melanggar larangan Allah Swt. dan dalam rangka membela agama Islam dan umat.
Cara Menghindari Sifat Ghodhob
- Membaca ta’awudz
- Merubah posisi
- Diam atau tidak berbicara
- Berwudhu
- Mengingat wasiat Rasul dan janji Allah Swt.
“Barang siapa yang mampu menahan amarahnya, sedangkan bisa saja ia meluapkannya, Allah Swt. akan memanggilnya di hadapan para makhluk (yang lain) pada hari kiamat untuk memberikan pilihan baginya bidadari yang ia inginkan.” (Hadits riwayat Abu Daud)
Manfaat Menghindari Sifat Ghodhob
- Menghindari kebencian dan permusuhan
- Membawa kebahagiaan
- Medapatkan pahala yang besar dari Allah Swt.
Hasad
Hasad adalah sifat seseorang yang merasa tidak senang terhadap kebahagiaan orang lain karena memperoleh suatu nikmat dan berusaha menghilangkan nikamt tersebut.
Ada 2 sifat hasad yang dibolehkan, berdasarkan hadits Nabi Saw. berikut:
Artinya : “Dari Abdullah bin Mas’ud r.a., berkata : “Nabi Saw. bersabda: “Tidak boleh hasad kecuali pada dua orang: (1). Orang yang diberi harta kekayaan oleh Allah lalu digunakan untuk menegakan haq dan kebaikan, (2). Orang yang diberi oleh Allah hikmah (ilmu) lalu diamalkan dan diajarkan kepada orang lain.” (Hadits riwayat. Bukhari).
Menurut Imam Ghozali, ada 3 jenis hasad yang membahayakan manusia:
- Mengharapkan hilangnya kenikmatan yang dimiliki orang lain, dan ia mendapatkan nikmat tersebut
- Mengharapkan hilangnya kebahagiaan orang lain, meskipin ia tidak mendapatkan kebahagiaan tersebut. Asalkan orang lain jatuh menderita, maka ia bahagia
- Merasa tidak ridha terhadap nikmat yang diberikan Allah Swt. kepada orang lain, meskipun ia tidak mengharapkan hilanya nikmat tersebut. Ia benci apabila orang lain dapat menyamai atau melebihi apa yang diterimanya dari Allah Swt.
Dampak negatif sifat hasad:
- Menentang takdir Allah Swt.
- Hati menjadi susah
- Menghalangi keinginan berdo’a kepada Allah Swt.
- Meremahkan nikmat dari Allah Swt.
- Merendahkan martabat orang lain
Cara menghindari sifat hasad:
- Meyakini keadilan Allah Swt.
- Memperbanyak rasa syukur
- Menjaga sifaf rendah hati (tawadhu’)
- Senang membantu orang lain
- Mempererat tali silaturahmi
- Mendahulukan kepentingan umum
Menghindari Sifat Takabur dan Bersikap Jujur
Takabur adalah sikap seseorang yang menujukan sifat sombong atau merasa lebih kuat, lebih hebat dibanding orang lain.
Dampak negatif sifat takabur:
- Dibenci Allah Swt. dan Rasul-Nya
- Dibenci dan diajuhi masyarakat
- Mata hatinya terkunci dari memperoleh hidayah kebenaran
- Mendapatkan siksa dan kehinaan di akhirat
- Dimasukan ke dalam neraka
Cara menghindari sikap takabur:
- Menyadari kekurangan dan kelemahan dirinya
- Menyadari bahwa hidup di dunia hanya sementara
- Berusaha selalu menghargai orang lain
- Bersifat rendah hati (tawadhu’)
- Ikhlas dalam melakukan ibadah
Perilaku Jujur tidak sombong
Jujur berarti tidak sombong, tidak curang, tasa tulus dan ikhlas. Shidiq merupakan kata lain dari jujur.
Pembagian Sifat Jujur
- Shidiq al-Qalbi (jujur dalam niat/hati)
- Shidiq al-Hadits (jujur dalam ucapan)
- Shidiq al-‘Amal (jujur dalam perbuatan/tindakan)
- Shidiq al-Wa’d (jujur dalam berjanji)
- Shidiq al-Hal (jujur dalam kenyataan)
Manfaat dan Hikmah Jujur
- Dipercaya oleh banyak orang
- Mempunyai banyak teman dan disayangi orang lain
- Terhindar dari fitnah kehidupan
- Mendapatkan ketentraman dan ketenangan dalam hidup
- Menjadi cermin kepribadian seseorang bahkan bangsa
- Terbiasa untuk melakukan kebaikan
- Dicintai Allah Swt.
Kaitan Perilaku Jujur dengan Keimanan
- Menjadikan nilai-nilai kejujuran sebagai prinsip hidup bagi seseorang
- Kejujuran merupakan manifestasi beriman kepada rukun iman dan rukun islam
- Bertekad kuat untuk menghindari setiap kebohongan, pemalsuan dan penipuan
- Bertanggungjawab dan memiliki integritas tinggi dalam memerangi ketidakjujuran
- Komitmen bahwa kejujuran merupakan landasan dalam bersikap dan bertindak
- Selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas diri menjadi manusia yang jujur
- Berusaha mencari jalan keluar mengatasi kondisi lingkungan kerja yang terbiasa dengan ketidakjujuran
- Tidak mudah putus asa dalam menegakan kebenaran, kejujuran dan keadilan.


Tinggalkan Balasan