Home / Berita /

Inspiratif! Kelas Orang Tua Mengajar SMA Muhammadiyah 2 Bobotsari Hadirkan Kisah Perjuangan dan Bakti dari Seorang Penyuluh Pertanian

Orang tua mengajar

Bobotsari, 22 Mei 2026 — SMA Muhammadiyah 2 Bobotsari kembali menyelenggarakan kegiatan inspiratif bertajuk Orang Tua Mengajar pada Jumat (22/5). Kegiatan yang berlangsung penuh antusias ini menghadirkan narasumber Bapak Priyo Wahyono, A.Md, orang tua dari Rayhan Zaki Abdillah kelas XI B Multimedia. Dalam kesempatan tersebut, beliau membagikan pengalaman hidup, perjalanan pendidikan, hingga perjuangannya meniti karier sebagai ASN Penyuluh Pertanian di Kabupaten Purbalingga.

Kegiatan Orang Tua Mengajar merupakan salah satu program kolaboratif sekolah yang melibatkan wali murid sebagai guru tamu untuk berbagi ilmu, pengalaman profesi, maupun kisah kehidupan kepada para siswa. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mendapatkan wawasan nyata tentang dunia kerja, perjuangan hidup, serta pentingnya sikap pantang menyerah dalam meraih masa depan.

Dalam pemaparannya, Pak Priyo menceritakan perjalanan hidupnya sejak kecil. Beliau lahir dan dibesarkan di Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Kehidupan sederhana yang dijalani sejak kecil membentuk karakter beliau menjadi pribadi yang tangguh dan pekerja keras. Setelah menempuh pendidikan di SD dan SMP Negeri di wilayah Kalibagor, beliau memiliki cita-cita melanjutkan pendidikan ke jenjang SMK dengan jurusan teknik, sebagaimana saran dari pamannya yang bekerja di PT Astra International Tbk.

Namun, rencana tersebut tidak berjalan mulus. Beliau gagal diterima di sekolah yang diinginkan. Kegagalan itu sempat membuatnya harus berhenti sekolah selama satu tahun. Pada masa tersebut, Pak Priyo memilih bekerja sebagai kuli pasir untuk membantu kehidupan sekaligus menempa mental dan pengalaman hidupnya.

“Kadang jalan hidup tidak sesuai rencana, tetapi kita tidak boleh berhenti berusaha,” ungkap Pak Priyo di hadapan para siswa.

Setelah satu tahun berlalu, semangatnya untuk melanjutkan pendidikan kembali tumbuh. Beliau akhirnya diterima di salah satu SMK di Purbalingga jurusan Agribisnis. Masa sekolah dijalaninya dengan penuh semangat dan dedikasi. Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah ketika menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Lampung selama tiga bulan. Pengalaman merantau jauh dari keluarga menjadi pelajaran berharga yang membentuk kemandirian dan ketangguhannya.

Menjelang kelulusan, beliau sempat lolos seleksi kerja di PT Astra Agro Lestari Group di Kalimantan. Namun kesempatan besar tersebut harus dilepaskan karena orang tua tidak memberikan izin akibat jarak yang terlalu jauh. Meski merasa kecewa, beliau tetap menghormati keputusan orang tuanya.

Tidak berhenti sampai di situ, Pak Priyo terus berusaha mencari peluang lain hingga akhirnya mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan di Brebes. Berkat kerja keras dan dedikasi yang tinggi, karier beliau berkembang pesat hingga dipercaya menangani impor bahan sayuran untuk empat kabupaten, yaitu Purbalingga, Pekalongan, Cilacap, dan Banjarnegara.

Pengalaman dan kemampuan yang dimiliki akhirnya membuka jalan baru bagi beliau untuk bergabung di Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga. Hingga kini, Pak Priyo masih aktif mengabdi sebagai ASN Penyuluh Pertanian dan terus menerapkan ilmu agribisnis yang dipelajarinya sejak SMK untuk mendukung kemajuan sektor pertanian daerah.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Muhammadiyah 2 Bobotsari, Ibu Zahrotul Mafazah, S.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan antara sekolah dan orang tua sekaligus memberikan inspirasi kepada siswa.

“Program Orang Tua Mengajar ini merupakan bentuk kolaboratif antara sekolah dan wali murid. Orang tua kami undang sebagai guru tamu untuk berbagi ilmu, profesi, maupun pengalaman hidup. Harapannya, siswa mendapatkan wawasan dunia nyata sekaligus motivasi untuk terus berjuang meraih cita-cita,” jelas beliau.

Kegiatan tersebut juga meninggalkan kesan mendalam bagi para siswa. Salah satunya disampaikan oleh Ines Fatikhatunnisa, siswi kelas X. Ia mengaku sangat terinspirasi oleh perjalanan hidup Pak Priyo.

“Saya kagum dan terinspirasi banget hari ini. Saya jadi sadar kalau rencana masa depan itu bisa saja berubah, jadi kita tidak boleh mudah terpuruk dan putus asa saat rencana gagal. Ilmu paling berharga yang saya dapat adalah tentang daya tahan hidup dan rasa syukur, bahwa kesuksesan itu bukan soal profesinya, tetapi bagaimana kita tetap optimis dan berjalan di jalan yang benar,” ungkap Ines.

Kesan serupa juga disampaikan oleh Syalfa Dara Mutia dari kelas XC Multimedia. Menurutnya, kisah Pak Priyo memberikan motivasi untuk tetap semangat meskipun menghadapi kegagalan dan keterbatasan ekonomi.

“Saya belajar bahwa gagal masuk sekolah impian atau tidak jadi bekerja di perusahaan yang diinginkan bukan berarti akhir dari segalanya. Pak Priyo membuktikan kalau sukses tidak harus bekerja di perusahaan besar. Kalau kita terus berusaha, pekerjaan apa pun yang halal bisa membawa kesuksesan. Saya juga belajar pentingnya berbakti kepada orang tua karena mereka pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya,” tuturnya.

Melalui kegiatan Orang Tua Mengajar ini, SMA Muhammadiyah 2 Bobotsari berharap para siswa semakin termotivasi untuk terus belajar, menghargai proses kehidupan, serta memiliki semangat pantang menyerah dalam meraih masa depan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *