Pada hari Rabu, 24 September 2025, seluruh warga sekolah mengikuti kegiatan apel pagi yang dilaksanakan di halaman utama sekolah. Apel kali ini dipimpin oleh Ibu Bella Yosinta Lestari, S.Pd selaku pembina apel. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan pesan yang sangat penting mengenai pentingnya kepatuhan terhadap aturan serta pembiasaan perilaku positif di lingkungan sekolah.
Dalam amanatnya, Ibu Bela menekankan bahwa aturan dibuat agar kehidupan di sekolah berjalan tertib, aman, dan nyaman. Dengan adanya aturan, setiap siswa memiliki pedoman yang jelas tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Kepatuhan terhadap aturan tidak hanya menciptakan ketertiban, tetapi juga melatih kedisiplinan dan tanggung jawab, yang sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
“Coba bayangkan jika di sekolah tidak ada aturan. Tentu suasananya akan semrawut, banyak pelanggaran, dan tujuan belajar sulit tercapai,” ujar Ibu Bela. Beliau juga mengingatkan bahwa aturan menanamkan kebiasaan baik sejak dini, seperti datang tepat waktu, berpakaian rapi, menjaga kebersihan, serta menghormati guru dan teman. Kebiasaan ini, menurutnya, akan menjadi bekal penting ketika para siswa kelak hidup di masyarakat yang lebih luas.
Lebih lanjut, Ibu Bela juga mengangkat pentingnya membiasakan senyum, salam, dan sapa dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Ketiga kebiasaan sederhana ini memiliki dampak besar dalam menciptakan suasana yang harmonis. Senyum adalah tanda keramahan, salam merupakan doa kebaikan, dan sapa mencerminkan kepedulian. Bila dilakukan secara konsisten, hal ini akan mempererat hubungan antarwarga sekolah, menciptakan rasa persaudaraan, serta memperkuat semangat kebersamaan.
Tak kalah penting, beliau juga menekankan pentingnya menggunakan kata-kata sopan seperti terima kasih, maaf, permisi, dan tolong. Kata-kata ini mencerminkan adab dan sopan santun yang harus selalu dijaga oleh setiap siswa. Mengucapkan “terima kasih” adalah bentuk penghargaan, “maaf” menunjukkan kerendahan hati, “permisi” mencerminkan rasa hormat, dan “tolong” adalah wujud kesantunan saat meminta bantuan.
Dengan membiasakan diri menggunakan ucapan-ucapan tersebut, siswa tidak hanya membangun karakter yang baik, tetapi juga mewujudkan lingkungan sekolah yang damai, nyaman, dan penuh etika.
Amanat yang disampaikan oleh Ibu Bela Yosinta diharapkan dapat menjadi pengingat dan motivasi bagi seluruh siswa untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai kedisiplinan, sopan santun, serta membangun budaya positif di lingkungan sekolah. Karena sejatinya, dari sekolah inilah karakter mulia itu mulai dibentuk dan ditanamkan.


Tinggalkan Balasan